Thousand Utopias

I play ~ I inspired ~ I create
 
HomeHome  CalendarCalendar  FAQFAQ  SearchSearch  UsergroupsUsergroups  RegisterRegister  Log inLog in  

Share | 
 

 Info tentang racun

Go down 
AuthorMessage
FireCyclops
Commoner
Commoner
avatar

Jumlah posting : 58
Karma : 0
Join date : 2011-03-26

PostSubject: Info tentang racun   Thu Mar 31, 2011 5:38 am

Tanaman Beracun

biasanya kalau tokoh dalam cerita kita nyasar di hutan dan tersesat, keadaan bertambah runyam. belum lagi kalau salah seorang teman mendadak jatuh lemas dan kejang2. ternyata dia keracunan tanaman. ide cerita seperti itu muncul tapi bingung menamai tanaman itu?
berikut ini ada daftar beberapa tanaman beracun di dunia.

semoga membantu.




1. Kacang merah (Phaseolus vulgaris)

Racun alami yang dikandung oleh kacang merah disebut fitohemaglutinin (phytohaemagglutinin), yang termasuk golongan lektin. Keracunan makanan oleh racun ini biasanya disebabkan karena konsumsi kacang merah dalam keadaan mentah atau yang dimasak kurang sempurna. Gejala keracunan yang ditimbulkan antara lain adalah mual, muntah, dan nyeri perut yang diikuti oleh diare. Telah dilaporkan bahwa pemasakan yang kurang sempurna dapat meningkatkan toksisitas sehingga jenis pangan ini menjadi lebih toksik daripada jika dimakan mentah. Untuk mengurangi kemungkinan terjadinya keracunan akibat konsumsi kacang merah, sebaiknya kacang merah mentah direndam dalam air bersih selama minimal 5 jam, air rendamannya dibuang, lalu direbus dalam air bersih sampai mendidih selama 10 menit, lalu didiamkan selama 45-60 menit sampai teksturnya lembut.


2. Singkong

Singkong mengandung senyawa yang berpotensi racun yaitu linamarin dan lotaustralin. Keduanya termasuk golongan glikosida sianogenik. Linamarin terdapat pada semua bagian tanaman, terutama terakumulasi pada akar dan daun. Singkong dibedakan atas dua tipe, yaitu pahit dan manis. Singkong tipe pahit mengandung kadar racun yang lebih tinggi daripada tipe manis. Jika singkong mentah atau yang dimasak kurang sempurna dikonsumsi, maka racun tersebut akan berubah menjadi senyawa kimia yang dinamakan hidrogen sianida, yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan. Singkong manis mengandung sianida kurang dari 50 mg per kilogram, sedangkan yang pahit mengandung sianida lebih dari 50 mg per kilogram. Meskipun sejumlah kecil sianida masih dapat ditoleransi oleh tubuh, jumlah sianida yang masuk ke tubuh tidak boleh melebihi 1 mg per kilogram berat badan per hari. Gejala keracunan sianida antara lain meliputi penyempitan saluran nafas, mual, muntah, sakit kepala, bahkan pada kasus berat dapat menimbulkan kematian. Untuk mencegah keracunan singkong, sebelum dikonsumsi sebaiknya singkong dicuci untuk menghilangkan tanah yang menempel, kulitnya dikupas, dipotong-potong, direndam dalam air bersih yang hangat selama beberapa hari, dicuci, lalu dimasak sempurna, baik itu dibakar atau direbus. Singkong tipe manis hanya memerlukan pengupasan dan pemasakan untuk mengurangi kadar sianida ke tingkat non toksik. Singkong yang umum dijual di pasaran adalah singkong tipe manis.


3. Pucuk bambu (rebung)

Racun alami pada pucuk bambu termasuk dalam golongan glikosida sianogenik. Untuk mencegah keracunan akibat mengkonsumsi pucuk bambu, maka sebaiknya pucuk bambu yang akan dimasak terlebih dahulu dibuang daun terluarnya, diiris tipis, lalu direbus dalam air mendidih dengan penambahan sedikit garam selama 8-10 menit. Gejala keracunannya mirip dengan gejala keracunan singkong, antara lain meliputi penyempitan saluran nafas, mual, muntah, dan sakit kepala.


4. Biji buah-buahan

Contoh biji buah-buahan yang mengandung racun glikosida sianogenik adalah apel, aprikot, pir, plum, ceri, dan peach. Walaupun bijinya mengandung racun, tetapi daging buahnya tidak beracun. Secara normal, kehadiran glikosida sianogenik itu sendiri tidak membahayakan. Namun, ketika biji segar buah-buahan tersebut terkunyah, maka zat tersebut dapat berubah menjadi hidrogen sianida, yang bersifat racun. Gejala keracunannya mirip dengan gejala keracunan singkong dan pucuk bambu. Dosis letal sianida berkisar antara 0,5-3,0 mg per kilogram berat badan. Sebaiknya tidak dibiasakan mengkonsumsi biji dari buah-buahan tersebut di atas. Bila anak-anak menelan sejumlah kecil saja biji buah-buahan tersebut, maka dapat timbul gejala keracunan dan pada sejumlah kasus dapat berakibat fatal.


5. Kentang

Racun alami yang dikandung oleh kentang termasuk dalam golongan glikoalkaloid, dengan dua macam racun utamanya, yaitu solanin dan chaconine. Biasanya racun yang dikandung oleh kentang berkadar rendah dan tidak menimbulkan efek yang merugikan bagi manusia. Meskipun demikian, kentang yang berwarna hijau, bertunas, dan secara fisik telah rusak atau membusuk dapat mengandung kadar glikoalkaloid dalam kadar yang tinggi. Racun tersebut terutama terdapat pada daerah yang berwarna hijau, kulit, atau daerah di bawah kulit. Kadar glikoalkaloid yang tinggi dapat menimbulkan rasa pahit dan gejala keracunan berupa rasa seperti terbakar di mulut, sakit perut, mual, dan muntah. Sebaiknya kentang disimpan ditempat yang sejuk, gelap, dan kering, serta dihindarkan dari paparan sinar matahari atau sinar lampu. Untuk mencegah terjadinya keracunan, sebaiknya kentang dikupas kulitnya dan dimasak sebelum dikonsumsi.


6. Tomat hijau

Tomat mengandung racun alami yang termasuk golongan glikoalkaloid. Racun ini menyebabkan tomat hijau berasa pahit saat dikonsumsi. Untuk mencegah terjadinya keracunan, sebaiknya hindari mengkonsumsi tomat hijau dan jangan pernah mengkonsumsi daun dan batang tanaman tomat.


7. Parsnip (semacam wortel)

Parsnip mengandung racun alami yang disebut furokumarin (furocoumarin). Senyawa ini dihasilkan sebagai salah satu cara tanaman mempertahankan diri dari hama serangga. Kadar racun tertinggi biasanya terdapat pada kulit atau lapisan permukaan tanaman atau di sekitar area yang rusak. Racun tersebut antara lain dapat menyebabkan sakit perut dan nyeri pada kulit jika terkena sinar matahari. Kadar racun dapat berkurang karena proses pemanggangan atau perebusan. Lebih baik bila sebelum dimasak, parsnip dikupas terlebih dahulu.


8. Seledri

Seledri mengandung senyawa psoralen, yang termasuk ke dalam golongan kumarin. Senyawa ini dapat menimbulkan sensitivitas pada kulit jika terkena sinar matahari. Untuk menghindari efek toksik psoralen, sebaiknya hindari terlalu banyak mengkonsumsi seledri mentah, dan akan lebih aman jika seledri dimasak sebelum dikonsumsi karena psoralen dapat terurai melalui proses pemasakan.


9. Zucchini (semacam ketimun)

Zucchini mengandung racun alami yang disebut kukurbitasin (cucurbitacin). Racun ini menyebabkan zucchini berasa pahit. Namun, zucchini yang telah dibudidayakan (bukan wildtype) jarang yang berasa pahit. Gejala keracunan zucchini meliputi muntah, kram perut, diare, dan pingsan. Sebaiknya hindari mengkonsumsi zucchini yang berbau tajam dan berasa pahit.


10. Bayam

Asam oksalat secara alami terkandung dalam kebanyakan tumbuhan, termasuk bayam. Namun, karena asam oksalat dapat mengikat nutrien yang penting bagi tubuh, maka konsumsi makanan yang banyak mengandung asam oksalat dalam jumlah besar dapat mengakibatkan defisiensi nutrien, terutama kalsium. Asam oksalat merupakan asam kuat sehingga dapat mengiritasi saluran pencernaan, terutama lambung. Asam oksalat juga berperan dalam pembentukan batu ginjal. Untuk menghindari pengaruh buruk akibat asam oksalat, sebaiknya kita tidak mengkonsumsi makanan yang mengandung senyawa ini terlalu banyak.

credit : rain-near, forum NDI
Back to top Go down
FireCyclops
Commoner
Commoner
avatar

Jumlah posting : 58
Karma : 0
Join date : 2011-03-26

PostSubject: Re: Info tentang racun   Thu Mar 31, 2011 5:41 am

Pertolongan pertama pada racun

Pertolongan pertama pada keracunan sangat penting untuk diketahui oleh masyarakat secara umum, karena keracunan dapat terjadi dimana saja dan melalui berbagai jalan masuk, bisa dengan tertelan, terhirup, diserap melalui kulit, tetesan pada mata, atau disuntikkan. Setelah berada dalam tubuh, racun masuk kedalam aliran darah dan dengan cepat menyebar ke semua jaringan. Gejalanya bisa bermacam-macam, tergantung dari jenis dan cara masuk racun.gajala yang paling umum adalah muntah, yang terjadi pada sebagian besar korban dengan risiko masuknya isi lambung kedalam paru-paru.



Untuk mencegah/menghentikan penyerapan racun, dapat dilakukan beberapa hal berikut:

Bila racun ditelan
1. Encerkan racun yang ada dalam lambung sekaligus menghalangi penyerapannya. Cairan yang dapat dipakai adalah air putih, susu atau telur mentah.

2. Kosongkan lambung. Tindakan ini hanya efektif bila dilakukan maksimal 4 jam setelah racun ditelan. Pengosongan lambung dapat dilakukan dengan merangsang muntah atau bilas lambung. Perangsangan muntah dilakukan dengan memberi segelas air atau susu lalu meranngsang dinding faring dengan jari. Namun perangsangan muntah dan bilas lambung tidak boleh dilakukan pada:
- Keracunan zat korosif, asam/basa kuat, fenol, striknin
- Keracunan senyawa hidrokarbon, minyak tanah, bensin
- Penurunan kesadaran atau kejang

Bila racun melalui kuli/mata:
1. Pakaian yang tercemar dilepas
2. Cuci/bilas bagian yang terkena dengan air dan sabun. Dapat digunakan asam cuka encer untuk menetralkan basa atau natrium bikarbonat encer untuk menetralkan asam. Jangan gunakan zat lain

Bila racun melalui inhalasi: Pindakah penderita ke tempat yang aman

Bila racun melalui suntikan: Pasang turniketproksimal dari tempat suntikan. Jaga agar denyut arteri bagian distal masih teraba dan lepasskan selama 1 menit setiap 15 menit.





Keracunan makanan:

Bisa disebabkan makanan yang sudah tercemar oleh kuman atau oleh toksin yang dihasilkan kuman yang sudah ada di dalam makanan.

Keracunan makanan akibat kuman biasanya oleh kuman salmonella (terdapat pada hewan ternak, terutama unggas). Gealanya dapat timbul dalam beberapa jam atau setelah satu hari atau lebih.

Keracunan makanan akibat toksin biasanya akibat toksin yang dibuat oleh kuman staphyllococcus, gejalanya timbul dengan cepat, bisa dalam 2-6 jam setelah makanan dimakan.

Gejala:
- Mual dan muntah
- Kejang perut dan sakit perut
- Diare (bisa berdarah)
- Sakit kepala, demam
- Syok,kolaps

Mencegah keracunan makanan:
- Daging dan unggas beku harus dicairkan secara saksama sebelum dimasak
- Daging, daging unggas dan telur harus benar-benar masak agar kuman mati
- Jangan menyimpan makanan hangat terlalu lama karena bakteri dapat berkembang biak tanpa gejala kerusakan yang jelas
- Tangan harus benar-benar bersih ketika menyiapkan makanan.

credit : rain-near, forum NDI
Back to top Go down
 
Info tentang racun
Back to top 
Page 1 of 1
 Similar topics
-
» FR LFS Bandung
» Cannot Get suits to run keeps stopping at INFO - Checking reource Allocated
» Sekilas tentang ikan Alligator Spatula
» Sekilas tentang ikan guppy
» Beberapa fakta tentang Ikan Maskoki

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Thousand Utopias :: The Universe :: Jendela Dunia-
Jump to: